Minggu, 01 Januari 2017

heart

H E A R T

I don't really know where should I start
I don't really know what should I do
I don't even understand why it should be now

                This feeling
                Yeah, this feeling

It doesn't mean that I want to deny my solemn pledge
I can't say that I doubled my heart

                But,
                This feeling
                Yeah, this feeling

If I was brave enough at that time
My life story will never be like this

                Am I really happy now
                Am I really consider that is this true love

But one and the only thing I know
You are my first love
The only first love
That I ever felt

                I couldn't forget
                All memory that we've shared together

If I was brave enough at that time
My life story will never be like this

                I'm remembered
                Every night
                I took my key
                Opened my diary book
                With my colored pen
                I wrote your name
                I told today's memory
                Shared everything that I felt
                Met you
                Called you
                Framed you on a picture
                Worshiped you
                In a book
                Yeah, only in my book   

If I was brave enough at that time
My life story will never be like this

                God,
                Is this love or lust
                I don't really know
                But, I can't deny this feeling
                And even I don't want to throw this feeling away

Am I happy?
Is she happy?
I don't know
I don't know

                Heart,
                What do you wanna do?

Mathovanie

©2017 

Rabu, 21 Desember 2016

Sebuah Cerita

Sebuah cerita ..................
 
Rasa rindu terhadap seorang sahabat maupun kawan adalah hal yang sangat biasa bagiku. Aku adalah seorang yang sangat menyukai dan menganggap penting suatu hubungan persahabatan. Bahkan terkadang saya tidak menyadari  jika seseorang hanyalah memperalatku untuk suatu hal yang dia perlukan. Naif? Terlalu naif, mungkin ada benarnya. Itulah aku.

Teman-temanku berkata, aku adalah seorang kawan yang ceria. Beberapa orang bertanya, pernahkah aku mengalami masalah di dalam hidupku. Tampaknya tidak. Karena aku selalu tampil ceria, murah senyum dan senantiasa bersemangat. Aku adalah seorang guru. Dan banyak di antara murid-muridku berkata, bahwa aku adalah salah satu guru favoritnya. Well, I'll just try to do my best. That's all. If somebody appreciate my works, that's really a bonus for me.

Aku mudah sekali bergaul. Namun sesungguhnya tidak terlalu lihay dalam hal percintaan. Jujur saja. seumur hidupku, aku hanya memiliki seorang "pacar" yang di kemudian hari menjadi seorang "istri". Saya berkata bahwa hal itu menjadi suatu prinsip hidup. Bahwa aku tidak mau menyakiti orang lain, terlebih tersakiti oleh karena kebodohan atau kesalahanku. Well, that's good I think. Jika saya diperhadapkan ke dalam suatu konflik, biasanya saya jarang sekali untuk segera membela diri, khususnya di depan orang-orang yang menurutku adalah "special". Saya lebih sering menyalahkan diri saya atau bahkan kadang-kadang mampu melukai diri saat emosiku memuncak. Meskipun terkadang, memang sesal kemudian tidak ada gunanya. Tidaklah berarti lagi.

Dalam berkawan, aku biasa untuk memuji seseorang kawan apa adanya. Bila bagiku, dia cantik, maka saya akan appreciate, dan mengatakan," Kamu cantik." Jika saya pikir saya perlu memuji pakaian yang dikenakan atau bahkan tindakan hebatnya, maka saya tidak akan segan untuk memujinya. Tentu saja, semua saya lakukan dengan setulus hati. Terkadang saya mendengarkan curhatan teman-teman.  Yah, jadi sejenis tong sampah. Tapi bagiku, saya tidak pernah berfikir bahwa saya seperti suatu tong sampah adalah hal yang hina atau sesuatu yang tidak ada gunanya. Saya terlalu percaya, bahwa saya bisa berguna bagi teman-teman saya. Sampai-sampai  saya mampu merasakan apa yang kawan saya rasakan. Banyak orang berkata, hal itu "bullshit" belaka. Tapi itulah yang aku rasakan. Bahkan, beberapa orang terdekatku sering menegurku. "Coba sekali-kali gunakan logika, bukan perasaan!" Itulah aku, meskipun seorang cowok tulen, tapi saya lebih sering menggunakan perasaan saya kebanding logika.

Cita-citaku aku ingin sekali menjadi seseorang yang berhasil dan berguna dengan segudang mimpi ada dibenakku. Mulai mimpi mejadi seorang musisi, menjadi seorang kaya yang memiliki harta yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, meskipun terkadang jujur saja tidak selalu berjalan seimbang dengan usaha yang saya lakukan. Seorang pemimpikah aku? Mungkin ungkapan itu tidak salah juga bila disematkan kepada saya. The most important thing, I just wanna be a good guy. "I'm a good guy indeed!"

Saat ini, pernikahan saya sudah berjalan hampir 9 tahun. Saya tetap berusaha untuk menjadi seorang suami terbaik. Apakah aku seorang suami sempurna? Tidak juga. Saya acapkali minder dengan berbagai kelemahan saya dan mungkin dibarengi dengan bejubel mimpi saya yang ketinggian.

Well, sekarang ini saya berada di penghujung tahun. Jujur, saya bukanlah orang yang senantiasa memegang teguh resolusi awal tahun. Di saat orang-orang mulai melakukan "Kaleidoskop", dengan berbagai  bukti dan hasil pencapaian resolusi di tahun belakangan ini. Tapi aku, 'Let bygones be bygones!' Jadi yang tahun ini saya lakukan sebaik mungkin, yah, jalan aja.

Namun baru kali ini, saya merasa berada dalam suatu kegalauan tiada tara. Seumur hidupku, baru kali ini kurasakan. Mungkin beberapa orang, termasuk istriku menyadarinya. Bahwa aku sedikit lebih tampak murung, khususnya jika aku sedang menyendiri baik di dalam ruangan maupun di dalam Sang Phoenix, kendaraanku.

Hal ini bermula kira-kira di akhir bulan November. Seorang sepupu, yang kebetulan kami satu sekolah dan juga satu angkatan di sekolah dahulu pada saat itu menghubungiku lewat Facebook. Dia bertanya, apakah aku memiliki akun WA, dan sayapun membaginya. Dari dialah aku mendengar, bahwa akan diadakan reuni sekolah kami. Tanpa saya, sadari hal ini rupa-rupanya sangat mempengaruhi saya. Seakan-akan diputar kembali film-film masa lampau, semua memori dan kenangan masa lampau  seakan-akan flash back dan menggali semua kenangan-kenangan manis maupun getir di masa kecil dahulu.
 
Ada satu yang paling saya ingat. Itulah saat saya mulai berkenalan dengan seoran lawan jenis yang aku tahu bahwa ada rasa ketertarikan yang berbeda yang aku rasakan. Semua rasa itu aku tuangkan ke dalam Diary, buku harian yang senantiasa menemaniku di kala menjelang malam. saat aku mengenal seseorang yang special bagiku. Dan rupa-rupanya dialah cinta pertamaku. Yeah, My first Love. Saya teringat, bagaimana gejolak rasa ini saat berada di dekatnya, saat mampu melirik atau memandangnya. Terlebih saat memiliki kesempatan untuk berbincang-bincang ataupun berjalan bersama. Hanya rasa ini dan hati ini yang tahu. Namun, karena aku. Ya, aku. Dulu, aku bukanlah seseorang yang mampu berani atau mudah untuk menyatakan cinta. Bahkan saat aku menyatakan cinta dan melamar istriku, pun saya lakukan dengan sejumlah perencanaan, termasuk dalam merangkai kata-kata yang harus saya ucapkan.

Aku merasa dengan sadar bahwa aku sedang berada di dalam titik terbodoh yang aku lakukan atau tidak kulakukan.
Semua memory tentang dia, seakan-akan kembali berkumpul dan memaksaku untuk kembali saya buka. Saat teman saya menggoda dan bertanya, apakah dia semakin cantik atau tidak? Saya menjawabnya," Apakah dia cantik atau tidak, bukanlah menjadi masalah. Namun kenangan ini yang tidak dapat saya selubungi."  .............. Betapa bodohnya saya ini. Bukankah dia ini orang yang aku cintai pertama kali, namun karena saya yang tidak berani untuk mengungkapkannya.......... #galau mode:on. Huh, betapa bodohnya aku. Andai saja waktu dapat berputar kembali untuk saya mampu mengulang dan memberanikan diriku untuk menyatakan rasa ini kepadanya.

Saat ini saya merasa menjadi orang lain..... Orang jahat.....  Orang yang sangat jahat. Memang yang saya dengar bahwa dia masih sendiri..... timbul pertanyaan di dalam benak saya, meskipun agak sedikit berlebihan.... "Jangan-jangan sebetulnya dia itu menunggu saya...."
 

This Feeling....  

Perasaan ini....

Kegalauan ini ....

Mengapa rasa ini kembali lagi..... Rasa cinta, rasa ingin memiliki, dengan pemikiran kalau saat ini saya sih sudah berani untuk menyatakannya, namun situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan lagi. Malahan, kadang-kadang timbul pemikiran jahat. Dimana istriku tiada dan aku meminta dia menjadi bagian hidupku. Sambil ditemani lagu-lagu galaunya, Yovie Widianto atau lagu-lagu Vivian Chow, menemaniku seakan-akan kembali mengenang hal-hal di masa lalu di tengah kegundahan rasaku ini. Saat bisa bercakap-cakap lagi dengan dia, hati ini menjadi tak tenang.  Ah, perasaan ini!!!

Tuhan aku bingung. Apakah nini adalah suatu cobaan yang harus saya lewati? Cobaan dalam hubungan keluarga yang tengah aku bina? Jika saya mencoba untuk bertanya dengan orang lain, saya tahu apa yang menjadi jawabannya. Tepat sekali! Kamu harus tetap setia dengan istrimu dan lupakanlah dia. Namun, aku tidak sanggup bahkan tidak rela kehilangan rasa ini. Bahkan aku sama sekali enggan untuk mengubur rasa  ini.

Please God, I can't forget her. Don't force me to forget her! I don't want to delete her in my life. From my story of life.

Salahkah aku?

Apakah aku telah berubah menjadi seorang yang brengsek?

Apakah aku telah menduakan orang yang mencintaiku saat ini?

Yang aku tahu, I'm not a good husband anyway. Bahkan saat istriku bertanya maukah aku memiliki anak, aku merasa dan aku menjawabnya bahwa aku belum siap dan tak mampu untuk memiliki seorang anak. Aku takut tidak dapat mendidiknya dengan baik.

Di tengah kegalauanku ini, saat ini, aku belum mendapatkan jawaban pasti.

Ini lebih baik.

Kan kujalani saja......

The story of life ........
 


 
THE END
 
M.G 2016

Senin, 24 Agustus 2015

Twelve Benefits of Music Education

Twelve Benefits of Music Education
by musedadmin | Nov 29, 2014 | Music Education Advocacy | 1 comment

1. Early musical training helps develop brain areas involved in language and reasoning. It is thought that brain development continues for many years after birth. Recent studies have clearly indicated that musical training physically develops the part of the left side of the brain known to be involved with processing language, and can actually wire the brain’s circuits in specific ways. Linking familiar songs to new information can also help imprint information on young minds.
2. There is also a causal link between music and spatial intelligence (the ability to perceive the world accurately and to form mental pictures of things). This kind of intelligence, by which one can visualize various elements that should go together, is critical to the sort of thinking necessary for everything from solving advanced mathematics problems to being able to pack a book-bag with everything that will be needed for the day.
3. Students of the arts learn to think creatively and to solve problems by imagining various solutions, rejecting outdated rules and assumptions. Questions about the arts do not have only one right answer.
4. Recent studies show that students who study the arts are more successful on standardized tests such as the SAT. They also achieve higher grades in high school.
5. A study of the arts provides children with an internal glimpse of other cultures and teaches them to be empathetic towards the people of these cultures. This development of compassion and empathy, as opposed to development of greed and a “me first” attitude, provides a bridge across cultural chasms that leads to respect of other races at an early age.
6. Students of music learn craftsmanship as they study how details are put together painstakingly and what constitutes good, as opposed to mediocre, work. These standards, when applied to a student’s own work, demand a new level of excellence and require students to stretch their inner resources.
7. In music, a mistake is a mistake; the instrument is in tune or not, the notes are well played or not, the entrance is made or not. It is only by much hard work that a successful performance is possible. Through music study, students learn the value of sustained effort to achieve excellence and the concrete rewards of hard work.
8. Music study enhances teamwork skills and discipline. In order for an orchestra to sound good, all players must work together harmoniously towards a single goal, the performance, and must commit to learning music, attending rehearsals, and practicing.
9. Music provides children with a means of self-expression. Now that there is relative security in the basics of existence, the challenge is to make life meaningful and to reach for a higher stage of development. Everyone needs to be in touch at some time in his life with his core, with what he is and what he feels. Self-esteem is a by-product of this self-expression.
10. Music study develops skills that are necessary in the workplace. It focuses on “doing,” as opposed to observing, and teaches students how to perform, literally, anywhere in the world. Employers are looking for multi-dimensional workers with the sort of flexible and supple intellects that music education helps to create as described above. In the music classroom, students can also learn to better communicate and cooperate with one another.
11. Music performance teaches young people to conquer fear and to take risks. A little anxiety is a good thing, and something that will occur often in life. Dealing with it early and often makes it less of a problem later. Risk-taking is essential if a child is to fully develop his or her potential. Music contributes to mental health and can help prevent risky behavior such as teenage drug abuse, which often leads to institutionalization in a teen rehab.
12. An arts education exposes children to the incomparable.
Carolyn Phillips is the author of the Twelve Benefits of Music Education. She is the Former Executive Director of the Norwalk Youth Symphony, CT.
Additional information on brain health and childhood development can be found in this book by the Amen Clinics.
Of course, the Twelve Benefits of Music Education listed above all contribute to overall success in school. And another way to keep your child succeeding is to use a Medifast coupon code to keep your entire family fit and healthy in body and mind.


Selasa, 11 November 2014

Memperbaiki keping CD/DVD yang rusak

BSD, 11 November 2014

Guys! Pernah punya pengalaman ini ngga? Punya keping CD atau DVD yang kita seneeeeng banget atau koleksi seperti saya. DVD music dan film-film anime Jepang lama (hehe... malah curhat), eh.. ternyata tidak terbaca lagi, alias mati. :-(
Saya mau share tentang pengalaman saya, yang sebetulnya pada awalnya hanya sekedar eksperimen belaka, tapi dari beberapa kali percobaan, alhamdulilah belum pernah gagal. :-D
Jadi yang saya maksud disini adalah dulu saat saya punya CD/DVD yang ternyata rusak, langsung masuk tempat sampah, tapi saya coba mbereksperimen dan berhasil. Yes!
 
Pada awalnya saya selalu pasang CD/DVD di player yang "bermerek" <maksudnya ada mereknya>, karena memang dari kualitas gambar dan audio pun lebih mumpuni, nah kalo ternyata ada trouble, ga terbacalah, atau hang.... trus kembali ke title menu. biasanya yang saya lakukan adalah coba dulu dengan player lain, yang notabene buatan C****, kaga ada mereknya... hehehe.... biasanya untuk DVD tertentu (ngerti kan????) eh, masih bisa terbaca. Yang penting nonton tidak terganggu.....
Nah, parahnya jika di player yang seperti ini pun tidak bisa dibaca apalagi mau di-copy - paste dari komputer, itu CD kaga ke-detect (0 bytes).

Ekperimen saya adalah:

Nah, yang pertama-tama saya lakukan adalah masukan keping CD atau DVD tersebut kedalam Freezer (lemari es), tapi hati-hati, posisi keping yang harus terbaca diatas yah. Jangan sampai tergores-gores karena penyimpanan yang kurang hati-hati. Diamkan kurang lebih selama satu atau dua hari.

Lalu ambil kembali keping CD/DVD tersebut dan cucilah CD tersebut dengan menggunakan sabun yang lembut, seperti sabun cuci tangan atau sabun mandi dengan hati- hati, saya pikir detergent yang kuat tidak direkomendasikan, apalagi pakai pemutih atau abu gosok segala.... hehehe....Insya Allah moal hurung! yang ada hancur wkwkwkw.... :-D   Mohon berhati-hati, saat mencuci, jangan sampai tergores.
Lalu keringkanlah. Pertama-tama biasanya saya mengurangi airnya dengan memutar CD tersebut dengan tangan, jadi kita memasukan jari kita sebagai poros di lubang CD yang memutarnya, lalu selanjutnya keringkan dengan tissue dapur (biasanya untuk menyerap minyak) dengan hati-hati. (karena terkadang tissue wajah atau tissue toilet terlalu berserat, agak kuatir tergores. Hanya untuk mengangkat sisa titik - titik air yang tinggal sedikit.

Sesudah kering, biasanya yang saya lakukan adalah memindahkan/back up ke dalam komputer; untuk DVD bisa copy-paste folder VIDEO TS, VCD file mpeg, kalau untuk CD audio file .cda rip dengan menggunakan Windows Media Player atau software lainnya. Menurut pengalaman saya, keping CD/DVD yang tadinya tidak terbaca sama sekali, akhirnya bisa terbaca malahan untuk film hasilnya pun bagus dan tidak terputus-putus seperti sebelumnya.

Demikian hasil eksperimen saya. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan atau koq tidak berhasil. berdoa terlebih dahulu, mungkin akan sangat membantu. hehehehe....
Saya berharap bisa membantu rekan-rekan yang mengalami hal yang seperti saya alami.
Selamat mencoba!

Salam dari saya and God Bless Indonesia ......

Mathovani Gunawan, S.S


Selasa, 12 November 2013

JULIO (Novel or cerpen gonna be........)

 Julio
The Live of Love


Chapter One
Family….. Oh….. My beloved Family……


“Kasih dan pengharapan, inilah yang ditanamkan oleh  seorang ayah yang sangat luar biasa mengajarkan setiap anak-anaknya untuk mengerti apa itu kasih dan meletakkannya sebagai dasar hidup dalam mengarungi perjalanan hidup serta menghadapi setiap kerasnya tantangan-tantangan hidup.”



Di suatu malam yang cukup dingin dan lembab, hari itu seorang laki-laki tampak begitu resah di sebuah ruang tunggu rumah sakit bersalin. Sudah sejak kira-kira sejam yang lalu, Gunadi, itulah nama laki-laki itu, ia berjalan mondar-mandir, gugup, dan kecemasan tampak di raut wajahnya. Sesekali ia melihat jam tangan Seiko di lengan kirinya. ” Huh, sudah hampir jam delapan ..,” keluhnya sambil memandang ke pintu kamar bersalin tempat istrinya bertaruh nyawa.

Seketika teringat kembali bagaimana Gunadi mengawali kehidupan mandirinya. Mulai dengan coba – coba  membuka toko sebagai karir yang dipilihnya. Meskipun perjuangan Gunadi tidak mudah namun sepertinya toko yang dimiliki Gunadi tampak mulai menggeliat, lambat laun makin memantapkan posisinya di wilayah sekitar. Terkenang pula bagaimana saat – saat dimana tokonya pada  saat itu dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, toko Gunadi biasa buka pada pukul 07.00, namun betapa terkejutnya saat Gunadi membuka tokonya pada pukul 06.30 saat itu, namun para pelanggan setia sudah mengantri dan  menunggu seakan – akan sebentar lagi aka nada pembagian sembako gratis, sampai – sampai Gunadi beserta 3 orang karyawannya pun cukup kewalahan.

Teringat pula pertemuan pertamanya dengan Julia di suatu sore, sungguh suatu pertemuan yang romantis meskipun hanya di sebuah toko kecil. Mungkin inilah yang dikatakan sebagai cinta pada pandangan pertama. Di suatu sore sesaat sebelum Gunadi hendak menutup tokonya, tiba-tiba seorang ‘bidadari’ melewati tokonya dan sesaat jantung Gunadi pun terhenti, dan siapa sangka pandangan itu bagaikan gayung bersambut. Diawali dari saling pandang, bicara, bertemu, hingga berujung pada sebuah komitmen 'pernikahan’.

   
Hari ini memang merupakan hari yang istimewa bagi Gunadi. Sudah tiba waktunya bagi Julia, istrinya untuk melahirkan. “Tenanglah sedikit, Gun! Wajar koq kalau kamu merasa tegang dan gugup saat menanti kelahiran anak yang pertama. Semua akan baik-baik saja. Percaya sama koko. Lebih baik kita berdoa, dan biarlah Tuhan sendiri yang akan tolong semua prosesnya. Tak perlu kuatir. Serahkan saja semuanya kepada Tuhan!” ujar Rudy, kakak  dari Gunadi yang ikut serta menemaninya.
Ditengah keresahan Gunadi, dia pun tidak sendirian, rupa-rupanya  malam itu banyak juga keluarga – keluarga muda yang sedang menanti kelahiran anak mereka. Beberapa  ayah yang sedang menunggu tampak asyik bercakap-cakap satu sama lain. Sesekali terdengar bunyi tangisan bayi, suster dan dokter yang lalu lalang berjalan dengan tergesa-gesa, jeritan serta tangisan ibu-ibu hamil yang sangat menyayat hati berjuang untuk mengeluarkan buah cinta mereka ke dalam dunia menjadi sebuah pemandangan yang Gunadi lihat sejak tadi saat dia tiba di Rumah Sakit Bersalin sejak pukul 6 tadi sore. Semua itu benar-benar  membuat hati Gunadi bertambah gusar.
 Ditemani oleh secangkir kopi panas yang baru saja dibelikan oleh sang kakak tersayang, ia pun kembali mengingat-ingat saat-saat kisah menegangkan itu dimulai.
Tadi sore, suatu hal yang sama sekali tidak terduga terjadi, saat Julia, yang memang sudah hamil tua itu tiba-tiba mengaduh kesakitan. “Aduh, sakit sekali! Sepertinya saya mau melahirkan!” kata Julia merintih. Hal itu pun jelaslah membuat Gunadi cukup tegang dan pusing tujuh keliling. Lagipula saat itu Toko Anugerah milik Gunadi sedang penuh sesak oleh para pembeli. Sontak seluruh pembeli di tokonya itu terkejut, mulai dari orang yang kebingungan seakan-akan sedang menyaksikan sebuah acara reality show di televisi,  menceramahi Gunadi tentang apa saja yang ia harus dan tidak boleh ia lakukan, beberapa orang yang lain menawarkan bantuan lain yang bisa membantu meringankan derita sang calon ibu. Bahkan, ada pula seorang ibu yang mendadak ikut-ikutan sakit perut seperti mau melahirkan katanya, padahal dia sama sekali tidak sedang hamil. Entah apakah ini yang disebut dengan sugesti, hubungan batin, atau koneksi macam apalah, tidak dapat dimengerti.
Pada akhirnya, syukurlah bahwa semua pembeli dapat ikut serta membantu hingga Julia bisa dilarikan ke rumah sakit bersalin dengan segera oleh seseorang langganan setia  berkebangsaan Amerika yang wajahnya  mirip sekali dengan aktor barat kenamaan kala itu, Charles Bronson, dengan menggunakan hardtop miliknya. “ Don’t worry, Man ! I’ll take you to the hospital right away. Just prepare everything you need !” ujar Charles Bronson.
Tentu saja Gunadi sangatlah bersyukur dengan dukungan orang-orang dan tidak ketinggalan tetangga-tetangga yang ikut serta membantunya, meskipun banyak juga para langganan yang  belum sempat terlayani pada saat itu karena toko miliknya itu mau tidak mau terpaksa harus ditutup sementara untuk mengantar istri tersayang  mengeluarkan sebuah makhluk mungil ke dalam  dunia ini, namun tidak ada satu pun keluh kesah keluar dari mulut mereka.
“I hope everything is ready. We have to go right    away!” ujar Charles Bronson. Dengan segera ia beserta beberapa tetangga membantu Julia untuk masuk ke dalam mobil dan menaruh barang-barang yang akan diperlukan ke dalam mobil. Sungguh suatu moment yang sangat mengharukan bagi Gunadi berada di antara orang-orang yang membantunya dengan sukarela. Ya, mungkin inilah yang disebut sebagai upah dari orang baik. Akan banyak sekali orang yang bersedia membantu pada saat mengalami kesusahan atau memerlukan bantuan.
“Thank you, Mister! Thank you ……. !” berulang – ulang kali Gunadi mengucapkannya kepada sang aktor dan sesekali air mata haru pun menetes menemani rasa campur aduk yang dia alami. Entahlah… bahagia, cemas, takut, gugup, dan gentar semua bercampur jadi satu.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit bersalin, segala upaya Gunadi mencoba untuk menenangkan serta menguatkan Julia yang masih merintih menahan rasa sakit yang dialaminya, sambil berdoa sepanjang perjalanan seraya berharap segala sesuatunya akan berjalan dengan baik tidak kurang sesuatu apa pun.
Setibanya di rumah sakit, bagaikan seperti sebuah team sepak bola yang sudah terencana, semua orang yang ada di dalam mobil, Gunadi beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya yang tiba disana segera berbagi tugas sehingga istrinya dapat ditangani oleh pihak rumah sakit dan mendapatkan perawatan, pemeriksaan serta mempersiapkan persalinannya. 

Tepat jam sembilan malam, sebuah teriakan seorang wanita yang Gunadi kenal betul suaranya terdengar sangat nyaring. Klimaks dari kegugupan Gunadi beserta beberapa saudara yang ikut serta mendamping mereka pada akhirnya mereka alami juga. Selang beberapa saat kemudian, terdengarlah sebuah tangisan seorang bayi yang begitu nyaring. Dengan harap-harap cemas, mereka saling pandang satu sama lain tanpa keluar sepatah kata pun, seakan-akan  bertanya-tanya di dalam hati,” Apa yang sebenarnya terjadi?”
Namun ditengah kegalauan suasana itu, tiba-tiba seorang dokter pun datang, terdiam sesaat …… , lalu tersenyum, dan berkata,” Selamat, Pak Gunadi! Anda sudah menjadi seorang ayah! Anak dan istri Anda dalam keadaan yang sehat.”   
“Puji Tuhan! Oh, terima kasih, Tuhan!” terlontar dari mulut Gunadi dan keluarga. Suasana haru dan bahagia  pun melingkupi seluruh keluarga di tempat itu. Beberapa calon ayah yang sama-sama sedang menunggu kelahiran anak-anak mereka pun ikut menyalami Gunadi dan keluarga, mengucapkan selamat dan ikut bersuka ria sejenak sebelum mereka kembali gugup serta berkonsentrasi kepada perjuangan hidup dan mati istri-istri mereka.
 Pada akhirnya berakhir pula ketegangan yang keluarga Gunadi  alami hari itu tergantikan oleh sukacita dan ucapan syukur yang tak dapat diungkapkan oleh kata-kata.
“Bapak Gunadi! Anda diperbolehkan untuk masuk melihat istri dan anak anda.” kata seorang suster ramah sambil tersenyum. “Selamat ya, Pak!” lanjutnya.
Dengan perasaan yang harap-harap cemas, Gunadi membuka daun pintu perlahan dan mendapati istrinya tersenyum dan seorang bayi mungil pun tertidur di bahunya. Kebahagian sangatlah tampak pada wajah mereka.








“Maafkan saya, saya harus mengambil anak Bapak dan Ibu saat ini, lagi pula ada hal yang perlu saya sampaikan!” ujar Dokter Lukas. “Untuk beberapa saat, anak Bapak Ibu akan saya simpan ke dalam incubator untuk menjaga kehangatan sang bayi sekaligus karena menurut pertimbangan saya berat anak anda terbilang kecil, hanya 2,25 kilogram saja. Jadi saya pastikan semuanya akan berjalan dengan baik. Anak anda berada dalam perawatan orang-orang yang tepat. Tidak perlu kuatir, ya Pak,Bu!” ujarnya lembut sambil tersenyum. Dan seketika itu juga seorang suster ramah yang tampaknya sudah cukup makan asam garam dalam hidupnya, mungkin dapat terlihat dari kerutan-kerutan di wajahnya yang kalah termakan usia, dia memohon ijin untuk mengambil anak itu dan membawanya keluar dari ruangan guna mendapatkan perawatan.  
Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, hanya sekitar tiga hari perawatan, akhirnya Julia pun diijinkan pulang beserta seorang bayi di pangkuannya. Itulah diriku, Julio Giovanni Gunadi, anak laki-laki mungil dari keluarga Gunadi dan Julia itu berkumpul bersama melengkapi kisah baru dalam keluarga Gunadi.  
Lengkaplah sudah kebahagiaan keluarga ini. Dua orang yang memadu kasih, bertumbuh menjadi sebuah keluarga inti yang kokoh dan bahagia. Kasih dan pengharapan, inilah yang ditanamkan oleh seorang ayah yang sangat luar biasa yang mengajarkan setiap anak-anaknya untuk mengerti apa itu kasih dan meletakkannya sebagai dasar hidup dalam mengarungi perjalanan hidup serta menghadapi setiap kerasnya tantangan-tantangan hidup.   
Sebagai seorang ayah, Gunadi adalah ayah yang baik hati, penyayang, ramah, sangat penyabar, bertanggung jawab, dan bijaksana dalam mengambil segala keputusan. Meskipun dia adalah anak bungsu dalam keluarganya, namun dalam urusan pengambilan keputusan yang menyangkut urusan keluarga besar, seringkali pendapatnya selalu diperlukan dan diperhitungkan juga.   Sedangkan Julia adalah seorang ibu yang cukup keras, bertanggung jawab dan cukup dominan dalam hal mendidik anak-anaknya untuk menjadi seseorang yang biasa disebut: “jadi orang”. Benar-benar seorang ibu yang perkasa. Di dalam hatinya tersimpan harapan agar anaknya benar-benar menjadi seseorang yang mapan dan berguna di masa depan dengan kesuksesan yang tidak hanya materi saja tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Segala upaya mereka lakukan untuk kebaikan anaknya.
Mereka sangat kompak dalam hal membina keluarga. Hidup sederhana, mau berbagi, serta rela berkorban secara tulus tanpa mengharapkan imbalan sama sekali atas apa yang mereka berikan tidak hanya untuk keluarga mereka sendiri, tetapi juga untuk semua orang yang ada di antara mereka. Sehingga hal inilah yang membuat keluarga ini cukup dikenal serta terpandang di daerah tempat kediamannya, menjadi sebuah nilai tambah dalam kehidupan keluarga Gunadi.

Toko Ban

1.     SAPUTRA BAN - BSD Jl. Raya Serpong Perum BSD Sektor VII Blok RP.100 (021) 5373491 (021) 5380330
2.     SAPUTRA BAN - H.ASHARI Jl.KH. Hasyim Ashari No.9 Jakarta Pusat (021) 6329187, 6329189 (021) 6329189 
3.     SAPUTRA BAN-BINTARO Jl. RC. Veteran No. 99 – Bintaro Jakarta Selatan 021 7355875 , 7379217 021 7355875 , 7379217 
4.     LESTARI BAN 2 - PAMULANG Jl. Setiabudi No. 39 G-H, Pamulang Jakarta Selatan. : 021 74715648 : 021 74715648
5.     3S TYRE CENTER Jl. M.H Thamrin Business Park 131A Lippo Cikarang Bekasi (021) 70208722, (021) 89905146 (021) 89905126 
6.     ANDALA BAN Jl. Radio Dalam Raya No.F1 Jakarta Selatan (021) 7252359 7252358 , 7260129 
7.     ANTELOPE Jl. Kedung Halang Talang No. 97 Bogor (0251) 660588 , 313119 (0251) 382608 
8.     AUTO BAN Jl. Kartini Raya No. 53 CC-DD Jakarta Pusat (021) 6281476 , 6281471 (021) 6281471 
9.     AUTOPIT - GN SAHARI Jl. Gunung Sahari VIIA/7 Jakarta Pusat (021) 6299547 , 6251085 (021) 6299549 
AUTOPIT - BINTARO Bintaro Jaya, Sektor I B3-02, Jakarta Selatan (021) 7371632-49 (021) 7371618 
AUTOPIT - BOGOR Jl. Pajajaran No.234 Bogor (0251) 314172 , 311977 (0251) 355641 
AUTOPIT - KALIMALANG Jl. Insp. Kalimalang Kav. Billy and Moon No.3A Jakarta Timur (021) 8641818 , 8642551 (021) 8646483
AUTOPIT - SUNTER Jl. Agung Tengah IV Blok H2/3 Komp. DKI Sunter Agung Podomoro Jakarta Utara 14350 (021) 6405433 (021) 6405435
BANYUMAS Jl. Wolter Monginsidi No.69 Jakarta Selatan (021) 7243641 , 7206274 (021) 7394349

10.   BETAWI BAN Jl. Imam Bonjol No.31 (Dekat pintu tol karawaci) Tangerang 15139 (021) 5538614 , 55793176 (021) 6317441
BETAWI BAN II Jl. Raya Serang Km.12,5-Cikupa Tangerang (021) 59400949 – 50

11.   BTC TIRE CENTER Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8 (Arteri Pondok Indah)-Jakarta Selatan (021) 7243732 , 7230476 (021) 7243732

12.   CENTRAL BAN PD Jl. Cideng Timur No. 15.A Jakarta Pusat (021) 6324678 (021) 6312214

13.   CIPUTAT JAYA Jl. Ir. H. Juanda No.41, Ciputat (021) 7401361, 7490323 (021) 7490323

14.   EKA JAYA GROUP PD Jl. Chairil Anwar Blok.A.21-22 Ruko Kalimas-Bekasi (021) 8805804 , 8805816 (021) 8805804

15.   ESPEDE Jl. Sukarjo Wiryopranoto No.8 Jakarta Pusat (021) 3456830 , 3812964 (021) 3853109

16.   FORMULA AUTO BAN Jl. Sultan Iskandar Muda No.222 Kebayoran Baru, Jakarta 12240 (021) 72801066-68 (021) 7252008
FORMULA BAN Jl. Pramuka No.66 Jakarta Timur (021) 8509748 , 8583109 (021) 8582066
FORMULA GALLERY BAN - KEMANG Jl. Kemang Raya No.2, Bangka - Jakarta Selatan (021) 71791243 (021) 71793847

17.   GALAXY BAN Jl. Ry. Boulevard Timur Komp. SV Blok A (Depan Sekolah Donbosco) Kelapa Gading Permai Jakut (021) 4534525 , 4528526 (021) 4534526

18.   GALLERY BAN Jl. Boulevar Raya Blok. QJ3 No. 5-6 Kelapa Gading-Jakarta 021 4533737 , 4533773/021 4534049 021 4533737 , 4533773/021 4534049

19.   GELORA AUTOSPOT Jl. Arjuna utara No.69 Kebon Jeruk - Jakarta Barat (021) 5654919 – 22 (021) 5654923

20.   GLORIA BAN Bursa Onderdil AXC No. 29 - 30 Jl. Boulevard Raya No. 1 , Jakarta Utara (021) 4532234 (021) 4520908

21.   GUNA BAN Jl. Asia Afrika No.3,4,5 Jakarta Selatan 10270 (021) 5738516 (021) 5738526
GUNA BAN II Jl. SuryoPranoto No. 91-95 Jakarta (021) 3804575-74-78 (021) 3458080
GUNA MOTOR Jl. Siliwangi No.172, Bogor 16133 (0251) 322604 (0251) 312905

22.   HIMALAYA BAN- LB.BULUS Jl. Lebak Bulus Raya No. 1 Jakarta Selatan (021) 7513059 (021) 75914280

23.   HOLY BAN II Jl. Pluit Karang Timur Blok. O.8 Timur No. 40 - 41, Jakarta Utara 14450 (021) 6601968 – 9 (021) 6610168

24.   JAGORAWI MOTOR Jl. Pajajaran No.1 Bogor (0251) 327475 (0251) 346646

25.   KUDAMAS AUTOINDO Jl.Danau Sunter Barat No.5 Blok A3 Sunter Agung Podomoro – Jakut (021) 6409928 – 29 (021) 6409925

26.   LAUTAN BAN Jl. Gatot Subroto No. 9, Cimone Tangerang (021) 5588199 (021) 5588499

27.   LESTARI BAN Jl. Panglima Polim Raya No.62 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (021) 7247782 , 7247811 (021) 7210384

28.   MASABARU OPTIMA Jl. Indo Karya Barat Blok D2 No.2 Sunter - Jakarta Utara (021) 6513877 6513140 , 6513810 (021) 6513909

29.   MULIA BAN Jl. Cut Mutiah 34, Sepanjang Jaya, Bekasi Timur (021) 8225935 (021) 8225935

30.   MUTIARA BAN Jl. Margonda Raya No.350 Kemiri Muka - Depok 16423 (021) 7522290 , 7863282 (021) 7863282

31.   NAWILIS Jl. Tanah Abang I No.12A Jakarta Pusat 10160 (021) 3850026 3850025 , 3846412 (021) 3848876
NAWILIS - RADIO DALAM Jl. Radio Dalam Raya 3A-B Jakarta Selatan 12140 (021) 7227739 7227330 – 31 (021) 7227331
NAWILIS CAR CARE SPECIALIST Jl. Tanah Abang I/17 Jakarta Pusat (021) 3518627 , 3440093 (021) 3848876 


32.   PANDAWA BAN Jl. Pakubuwono VI No.107, Jakarta Selatan
PENDAWA AUTO JL. Peta Barat No.72, Kalideres, Jakarta Barat (021) 54365704 (021) 54365707

33.   PERDANA BAN Jl. Rs. Fatmawati No.36 Jakarta Selatan (Depan Jl. Mangga) (021) 7513312 , 7660851-52 (021) 7660853
PERDANA BAN 2 Jl. Panglima Polim Raya No. 67 Kebayoran Baru (021) 7260322 , 7205213 (021) 7260364

34.   RAPERIND MOTOR Jl. Jatikeramat Raya No.9 Pondok Gede - Bekasi 17421 (021) 84993977 84993984 , 8642456 (021) 8645008

35.   REMAJA MOTOR Jl. Jatinegara Timur No.39 Jakarta Timur (021) 8502561 , 8197525 (021) 8500425

36.   SAPUTRA BAN Jl. Raya Joglo W III / 26-27 Perum Taman kebun Jeruk Jakabar (021) 5845958 5853459 , 5852069 (021) 5871418
SAPUTRA BAN - BSD Jl. Raya Serpong Perum BSD Sektor VII Blok RP.100 (021) 5373491 (021) 5380330
SAPUTRA BAN - H.ASHARI Jl.KH. Hasyim Ashari No.9 Jakarta Pusat (021) 6329187, 6329189 (021) 6329189
SAPUTRA BAN-BINTARO Jl. RC. Veteran No. 99 – Bintaro Jakarta Selatan 021 7355875 , 7379217 021 7355875 , 7379217

37.   SINAR BAHAGIA Jl. Gunung Sahari Raya No.63 Jakarta Pusat (021) 4208314 , 4208315 (021) 4205485

38.   SPEEDS Jl.Agung Utara Raya Blok A36A No.20 Sunter - Jakarta Utara (021) 65305063 (021) 65304724

39.   SUBUR BAN Jl. Tanjung Duren Raya No.113 Jakarta Barat (021) 5670209 (021) 56964503

40.   SUMBER MAKMUR Jl. Daan Mogot No.119 Blok B1-2 Jakarta Barat 11510 (021) 5654706 – 07 5601912 – 13 (021) 5654708

41.   SUMBER USAHA MOTOR Jl. Serpong Km.6 No.47, Warung Mangga, Tangerang (021) 53121815 (021) 5396061

42.   SURYA SAKTI BAN Jl. Pasar Minggu Raya No.16 Jakarta Selatan 12520 (021) 7971627 , 7975331 (021) 7975257

43.   TRIJAYA BAN - BEKASI Jl. Ir. H. Juanda No.199 Km.38 Bekasi (021) 8802434 , 8802594 (021) 8821648
TRIJAYA BAN - KLENDER Jl. I Gusti Ngurahrai No.15C Klender - Jakarta Timur (021) 8614932 - 30 – 34 (021) 8614934
TRIJAYA BAN - OTISTA 83 Jl. Oto Iskandardinata Raya No.83 Jakarta Timur (021) 85903967 8508322 , 8198681 (021) 8508311

44.   TUNAS NIRWANA - CIBUBUR Jl. Alternatif Cibubur Km.03 No.78, Kranggan-Cibubur (021) 9243180 (021) 84593365

45.   W & W BAN Jl. Arteri Kelapa Dua Raya No.83 Kebun Jeruk-Jakarta Barat 11530 (021) 5327664 , 5325306 (021) 5327664

46.   WARNA WARNI Jl. Panjang Raya No.5 (Kb. Jeruk) Jakarta Barat 11530 (021) 5302579 (021) 5360371

47.   WIJAYA MOTOR Jl. Margonda Raya No.4 Depok 16423 (021) 7522339 , 78887947 (021) 78887947

48.   WISMA BAN Jl. Paseban No.14 Jakarta Pusat 10440 (021) 3908832 , 3907141 (021) 3150674
WISMA BAN II-BEKASI Jl. Diponegoro No. 56 Bekasi (021) 8804567 (021) 8824828

49.   VIP AUTOSTYLE, Boulevard Raya Blok QJ 5 no:16-17, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Telp: 021-45847002/7045
50.   BANZAI-City of Rims. Jln: Kol Soegiono 35, Duren Sawit (BKT), Jak Tim. Telp: 021-8606328
Dari Mall Kota Kasablanka, Kuningan....lurus aja: 3x flyover + 1x terowongan + 1x flyover yg ada tiang besar PLN....lurus aja lewatin toko NEON BOX...Sumber BETON....My AUTO....nah, disebelah kiri

www.banzairims.com (always update)
(PIN BB: 331B33AA / 021-98758144)
Pin BB: 26EBECEE / 331B33AA


 (NB: diambil dari beberapa sumber)